Barurumba: Gotong Royong Melestarikan Bahasa Dayak Deah

Translate this post
Logo Barurumba (Mrifqis713), CC BY-SA 4.0)

Komunitas Wikimedia Banjar menginisiasi Wikibalalah, sebuah kegiatan yang mendokumentasikan pengetahuan lokal tentang sungai dan hidangan khas di Kalimantan Selatan. Kesuksesannya dalam mendokumentasikan pengetahuan mengenai Suku Banjar membawa komunitas mengadakan Wikibalalah II yang fokus pada dokumentasi terhadap Suku Dayak.

Dayak merupakan suku yang mendiami pulau Kalimantan. Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lebih dari 3 juta orang dari suku Dayak yang berada di Indonesia. Salah satu sub-Suku Dayak adalah Dayak Deah atau Dusun Deyah. Wikibalalah II mengadakan acara Barurumba untuk melestarikan Bahasa Dayak Deah melalui Wikikamus.

Gotong Royong Menambahkan Lema

Barurumba merupakan kata dalam Bahasa Dayak Deah yang berarti gotong royong, sama seperti kegiatannya yang mengajak kontributor Wikikamus bersama-sama menambahkan lema Dayak Deah.

Kegiatan ini diadakan secara daring melalui laman acara yang dibuat di Wikikamus Bahasa Indonesia selama seminggu, mulai dari 19 Oktober 2025 sampai dengan 25 Oktober 2025. Kontributor bisa menambahkan atau mengembangkan lema Bahasa Dayak Deah dimanapun dan kapanpun.

Panitia menyediakan kamus Bahasa Dayak Deah – Indonesia sebagai bekal untuk peserta berkontribusi. Fokus kegiatan adalah menambahkan lema Dayak Deah yang ada di Wikikamus.

Lebih dari Indonesia dan Banjar

Wikibalalah II menargetkan 350 lema yang ditambahkan dan melalui Barurumba saja sudah ada 337 lema baru. Total ada 398 lema yang ditambahkan dan dikembangkan pada kegiatan Barurumba.

Hal mengejutkan dari Barurumba adalah hadirnya kontributor dari Wikikamus Bahasa Sasak yang masih berada di inkubator. Ini melebihi ekspektasi kami yang hanya mengharapkan penambahkan lema di Wikikamus Bahasa Indonesia dan Wikikamus Bahasa Banjar karena kegiatan ini merupakan inisiasi dari Komunitas Wikimedia Banjar.

Terlibatnya Wikikamus Bahasa Sasak dalam kegiatan ini membuktikan bahwa proyek Wiki bukan hanya menjadi tempat mendokumentasikan bahasa, tetapi situs yang bisa menyebarkan bahasa. Penambahan lema Dayak Deah dalam Wikikamus Bahasa Sasak tidak hanya membantu Wikibalalah II mencapai target, tetapi turut ambil bagian menambah jumlah lema dalam wikikamus tersebut agar lebih cepat menetas.

Barurumba secara keseluruhan berhasil mengajak 12 kontributor wikikamus dari 3 bahasa (Indonesia, Banjar, dan Sasak) menambah dan mengembangkan 398 lema selama satu minggu.

Walaupun tanpa diawali dengan Wikilatih, ternyata lumayan banyak kontributor yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Ini menjadi bukti bahwa sudah banyak kontributor di Indonesia yang memahami cara menggunakan wikikamus.

Harapan ke Depan

Saat ini kegiatan Wikibalalah II masih berjalan, tetapi Barurumba sudah usai. Namun, hanya kegiatannya yang berakhir, kegiatan gotong royong yang menjadi semangat Barurumba diharapkan terus berjalan.

Saat ini jumlah laman pada kategori Bahasa Dusun Deyah yang ada di Wikikamus Bahasa Indonesia adalah sebanyak 274. Semoga ke depannya jumlah laman terus bertambah dan bisa ada kontributor penutur Bahasa Dayak Deah yang menambahkan contoh kalimat atau suara pada laman-laman tersebut.

Proyek pelestarian bahasa melalui wikikamus sudah banyak dilakukan, seperti WikiTutur dan WikiKathā. Semoga suatu saat penutur Bahasa Dayak Deah dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan serupa.

Wikibalalah II masih berjalan, Barurumba hanya satu langkah untuk mendokumentasikan Suku Dayak. Sembari menambah lema Bahasa Dayak Deah, kami berkeliling Kalimantan mencari acara adat Dayak untuk mendokumentasikannya dan rutin mengadakan Wikilatih untuk mengajak lebih banyak orang berkontribusi mengembangkan pengetahuan Dayak ke dunia melalui proyek-proyek wiki. Katanya Barurumba sudah usai, nyatanya Wikibalalah II terus mengajak orang-orang untuk barurumba mengembangkan pengetahuan Dayak.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?