WikiCendekia: Pengalaman dan Pelajaran Baru

Translate this post

Ketika mengetahui lulus menjadi salah satu peserta WikiCendekia, misi saya yang utama adalah menjaring sebanyak-banyaknya ilmu mengelola proyek wikipedia. Program ini cocok sekali untuk saya yang tergolong masih baru menjadi pengurus proyek wikipedia. Selama ini, saya hanya belajar secara otodidak dengan membaca-baca kebijakan dan ketentuan di wikipedia. Sesekali saya bertanya kepada senior saya di komunitas untuk berkonsultasi menindak pengguna yang tidak menaati ketentuan dan kebijakan wikipedia.

Untuk saya yang masih lemah pada sisi teknis pengelolaan proyek, program WikiCendekia sangat membantu memahami lebih dalam proyek wiki yang saya urus. Saya sendiri saat ini menjadi 2 pengurus proyek wiki: WikiQuote (WikiKutip) Bahasa Indonesia (WQ BI) dan Wikipedia Bahasa Indonesia (WBI). Saya mencoba mentransfer pengetahuan dari mengurus WBI ke WQ BI berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Ternyata, mengurus 2 proyek itu tidak serta merta harus menerapkan hal yang sama. Setiap proyek memiliki karakternya masing-masing. Meskipun WBI menjadi hub proyek-proyek wiki lainnya, namun bukan berarti WBI menjadi satu-satunya penentu untuk merumuskan kebijakan dan ketentuan proyek kecil di bawahnya.

Setiap kebijakan dan ketentuan untuk proyek wiki kecil sebaiknya dirumuskan bersama-sama hingga menemukan konsensus. Penetapan kebijakan dan ketentuan ini juga melihat lalu lintas pengguna yang terdapat pada proyek tersebut. Sehingga, tidak semua proyek memerlukan konsensus kebijakan dan ketentuan ini secara langsung begitu sudah menetas dari incubator.

Fokus utama sebuah proyek wiki kecil yang dikelolanya adalah mengembangkan proyeknya agar pengguna lain menjadi lebih mudah berkontribusi. Baru kemudian pelan-pelan membuat kebijakan dan ketentuan yang lebih mengatur terhadap kontributor di proyek itu.

Menetaskan sebuah proyek dari incubator tentu berbeda cara ketika mempertahankannya. Mempertahankan sebuah proyek wiki yang baru menetas berarti harus memiliki kontributor yang secara sukarela menetap di sana dan membuat proyek itu terlihat hidup. Ini tidak mudah dan memerlukan kesabaran ekstra, terlebih ketika kontributornya masih relatif sedikit.

Dari pelatihan WikiCendekia yang saya ikuti, pengurus proyek dapat mengajukan proposal untuk menentukan kebijakan di proyeknya. Setidaknya diperlukan 3-5 orang agar terbentuk konsensus kebijakan di proyek wiki yang masih kecil. Dari sana baru bisa ditentukan apakah memang kebijakan dan ketentuan ini layak untuk diterapkan.

Namun, meskipun sudah disetujui secara konsensus, kebijakan di setiap proyek wiki masih bisa diubah. Jika memang ada yang menggugatnya, maka si penggugat harus membuat proposal pengajuan kebijakan baru dengan dasar yang jelas. Kemudian kontributor lain menanggapi dengan argumen masing-masing hingga tercapai konsensus kebijakan baru.

Dari diskusi yang saya lakukan dengan beberapa pengurus proyek di sesi Sysop 101: Bagaimana Menjadi Pengurus yang Tegas tanpa Mematikan Motivasi Kontributor, mendapatkan disimpulkan bahwa: tidak semua proyek wiki kecil perlu memiliki kebijakan dan ketentuan, selama tidak ada pengguna yang melakukan pelanggaran berulang kali. Jadi, penetapan aturan, kebijakan, pedoman, ataupun esai dalam sebuah proyek wiki itu tidak didesain dari awal. Namun, menunggu ketika ada kejadian.

Dari kegiatan ini saya belajar bahwa Wikipedia juga bisa demokratis. Tidak hanya milik segolongan orang, namun juga milik semua yang merasa kontribusinya layak untuk dihargai. WikiCendekia membuat saya mengerti bahwa pengurus tidak hanya sekadar “polisi” yang berpatroli d wikipedia, tapi juga pengayom kontributor lain yang ingin membebaskan pengetahuan.

Ini baru satu dari sekian banyak hal yang dilakukan oleh pengurus proyek Wikipedia Indonesia dan proyek saudara lainnya. Pengurus juga harus berjuang menghadapi gempuran artikel buatan A.I. dari kontributor. Itu akan saya ceritakan di tulisan yang lain sebagai pengalaman lain yang saya didapatkan mengikuti WikiCendekia.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?