Ketika Para Pengurus Wikimedia Indonesia Akhirnya Bertemu: Catatan dari WikiCendekia 2026

Translate this post

Affandy MuradCC BY-SA 4.0, via Wikimedia Common

Ada momen yang sulit dilupakan ketika duduk di antara dua puluh orang yang selama ini hanya saya tahu lewat nama pengguna di layar. Mereka adalah para pengurus dari berbagai proyek Wikimedia Indonesia yang berkumpul untuk pertama kalinya di sebuah lokasi yang sama di Surabaya. Itulah WikiCendekia 2026: bukan sekadar pelatihan, melainkan pertemuan para “pahlawan” digital yang selama ini bekerja sunyi di balik jutaan artikel ensiklopedia.

Dari Surel di Bulan Desember

Semuanya dimulai pada 10 Desember 2025, ketika sebuah surel masuk ke kotak pesan saya. Isinya singkat namun menggembirakan: saya terpilih sebagai salah satu peserta program WikiCendekia 2026, sebuah pelatihan tatap muka yang akan digelar di Kota Surabaya pada Februari 2026. Dalam program ini, saya mewakili dua proyek sekaligus: Wikipedia Bahasa Indonesia dan Wikipedia Bahasa Betawi, dua proyek yang selama ini saya kelola sebagai pengurus.

Bagi saya, undangan ini bukan hal yang biasa. Sebelumnya, saya berkesempatan menerima beasiswa perjalanan Konferensi Wikimania 2025 di Nairobi, Kenya, sekaligus menghadiri pertemuan prakonferensi Users with Extended Rights Convening (UWER), sebuah forum khusus bagi para pengguna dengan hak tambahan di berbagai proyek Wikimedia seluruh dunia. Saat itulah saya pertama kali merasakan betapa berharganya bertatap muka dengan sesama pengurus. WikiCendekia 2026, dengan demikian, adalah versi Indonesia dari pertemuan itu, yang pertama kali digelar di tanah air. Untuk memahami mengapa momen ini terasa begitu berarti, perlu sedikit menengok ke belakang.

Apa Itu WikiCendekia?

Affandy MuradCC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

WikiCendekia adalah program pengembangan kapasitas yang diselenggarakan oleh Wikimedia Indonesia (WMID). Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian panjang: WikiPelatih (2018 hingga 2021), WikiCendekia 2022, hingga WikiCendekia 2024. Namun untuk tahun 2026, cakupannya bergeser. Bukan lagi hanya untuk para pelatih, melainkan khusus menyasar para administrator dari berbagai proyek Wikimedia di Indonesia.

Menarik untuk dicatat bahwa nama WikiCendekia sendiri sebenarnya sudah lebih dulu hadir sebagai program komunitas. Sebelum 2022, nama ini digunakan oleh Komunitas Wikimedia Yogyakarta, salah satunya untuk program penambahan artikel tokoh cendekiawan muslim di Wikipedia Bahasa Jawa. Baru pada 2022, WMID mengadopsi nama ini untuk menggantikan jenama WikiPelatih. Dengan latar belakang itulah tim panitia merancang format yang bisa menjangkau semua pengurus, dari mana pun mereka berada.

Hibrida: Solusi untuk Semua Pengurus

Affandy MuradCC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Menyadari bahwa para pengurus tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai keterbatasan waktu dan jarak, tim panitia (yang terdiri dari Hardi, Ayu, Dimas, Dian, Giovani, Sony, dan Nave) merancang WikiCendekia 2026 secara hibrida. Di antara mereka, Giovani adalah seorang pemagang yang berasal dari kota Manado. Ia juga turut membantu pelaksanaan acara WikiMaknyus di Manado, yang diinisiasi oleh Sofi Solihah, salah satu peserta WikiCendekia 2026 sekaligus pengurus Wikipedia Bahasa Betawi.

Sesi daring berlangsung lebih dulu sebagai pemanasan. Dimulai dengan sesi pembukaan “Perkenalan dan informasi seputar sesi belajar mandiri di LMS” pada 15 Januari 2026 melalui Zoom, dilanjutkan dua sesi utama: “Kepengurusan 101: Dari keterlibatan lokal hingga global” oleh Jeromi Mikhael pada 21 Januari, dan “Safety for Admins” oleh Ramzy dan CMaslak pada 28 Januari. Semuanya dilengkapi dengan sesi pembelajaran mandiri melalui LMS Wikimedia Indonesia berbasis Moodle di belajar.wikimedia.or.id, tersedia dari 19 hingga 30 Januari 2026.

Sesi luring sendiri diadakan di Hotel Kampi, Surabaya, pada 6 hingga 8 Februari 2026, diikuti oleh 20 peserta, 14 laki-laki dan 6 perempuan. Peserta yang karena berbagai pertimbangan pribadi tidak bisa hadir secara fisik tetap dapat mengikuti seluruh sesi daring secara mandiri. Soal mengapa Surabaya yang dipilih, saya sempat menanyakannya langsung kepada panitia.

Mengapa Surabaya?

Affandy MuradCC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Ayu, salah satu staf WMID yang menjadi panitia, menjelaskan bahwa keputusan ini berlapis pertimbangannya. Pertama, sepanjang program WMID, Surabaya belum pernah dipilih sebagai lokasi acara luring, jadi sudah saatnya kota ini mendapat giliran. Kedua, dari sisi aksesibilitas, Surabaya menawarkan konektivitas penerbangan yang lebih baik dan biaya yang lebih terjangkau bagi peserta dari luar Jawa, termasuk dari Sumatra dan Kalimantan. Ketiga (dan ini yang saya anggap paling praktis), dua orang panitia yaitu Mbak Dian dan Mas Dimas berasal dari kota ini, sehingga urusan akomodasi dan hal-hal mendadak bisa lebih mudah ditangani.

Ada satu hal lain yang membuat pemilihan Surabaya terasa pas secara simbolis. Kota ini dijuluki Kota Pahlawan, karena banyak pahlawan bangsa yang lahir, tinggal, dan berjuang di sini. Nilai filosofis itu terasa selaras dengan jasa para pengurus Wikimedia yang menjadi pahlawan bagi proyeknya masing-masing, dan kelak kerja mereka hari ini akan menjadi sejarah bagi para pengurus di masa depan. Semangat itulah yang kemudian terasa mengalir di sepanjang tiga hari acara.

Tiga Hari yang Padat di Hotel Kampi

Sesi luring terdiri dari empat format acara: Pembuka, Konferensi, Cangkruk, dan Warung Kopi. Konferensi hari pertama, 7 Februari, menampilkan dua topik teknis yang saya tunggu-tunggu: “Filter Penyalahgunaan” oleh Raymond Sutanto, dan “Penyuntingan Ruang Nama MediaWiki” oleh Nohirara. Hari kedua, 8 Februari, dilanjutkan dengan “Membuat dan Menjalankan Bot” oleh BennyLin, serta “Keamanan Digital bagi Admin Proyek Wikimedia di Indonesia” oleh Ramzy yang digelar secara daring.

Yang membedakan WikiCendekia dari konferensi biasa adalah sesi Cangkruk dan Warung Kopi. Nama Cangkruk diambil dari bahasa Jawa yang berarti duduk atau nongkrong santai, sangat sesuai dengan suasana Surabaya. Sesi ini membagi peserta ke dalam kelompok kecil untuk diskusi tematik yang lebih mendalam. Sementara itu, Warung Kopi memungkinkan semua peserta berpindah meja dan bercakap bebas lintas topik, sebuah ruang yang terasa seperti obrolan di warung kopi sungguhan. Di salah satu sesi Cangkruk itulah saya mendapat giliran untuk berbagi.

Membawakan Sesi Cangkruk B


Affandy Murad
CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Di antara semua momen di WikiCendekia 2026, salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah ketika diberi kesempatan mengisi sesi Cangkruk B bersama Mas BennyLin. Kami membawakan topik “Pemeliharaan Templat dan Modul”, sebuah topik teknis yang selama ini sering menjadi tantangan diam-diam bagi para pengurus. Membagi pengetahuan kepada sesama pengurus yang juga berpengalaman adalah sebuah kehormatan tersendiri. Materi lengkap sesi ini dapat diakses di laman WikiCendekia 2026. Selepas berbagi, saya pun menyadari bahwa yang paling berharga bukan hanya apa yang saya sampaikan, melainkan apa yang saya bawa pulang.

Apa yang Saya Bawa Pulang

Jika WikiCendekia 2026 meninggalkan sesuatu yang konkret, ada dua hal yang langsung saya implementasikan setelah pulang. Pertama, berkat sesi Filter Penyalahgunaan, saya berhasil memasang filter Sampahan Dasar (Basic Spam) di Wikipedia Bahasa Betawi, sesuatu yang sudah lama tertunda. Kedua, terinspirasi dari sesi bot, saya membuat bot baru bernama Berbobot yang kini aktif menyambut pengguna baru di Wikipedia Bahasa Indonesia menggunakan perkakas Pywikibot.

Namun ada satu hal yang dampaknya lebih panjang dari sekadar baris kode: sebuah kalimat dari Agus Damanik, pengurus Wikipedia Bahasa Indonesia, yang terus saya renungkan setelahnya.

“Jika di Wikipedia Bahasa Indonesia kita berupaya membebaskan pengetahuan, maka di Wikipedia Bahasa Daerah, lebih tepat jika dianggap belajar bahasa daerah sebagai upaya melestarikan bahasa daerah.”

Kalimat itu menegaskan sesuatu yang selama ini samar-samar saya rasakan: proyek Wikimedia bahasa daerah tidak bisa dijalankan dengan logika yang sama seperti Wikipedia Bahasa Indonesia. Mesin pencari web lebih memprioritaskan Wikipedia Bahasa Indonesia, sehingga proyek bahasa daerah tidak bisa sekadar mengejar jumlah artikel. Ia harus menjadi ruang preservasi bahasa yang hidup. Dan untuk itu, kolaborasi dengan badan bahasa daerah maupun komunitas penuturnya menjadi langkah yang semakin mendesak.

Penutup: Pertemuan yang Baru Saja Dimulai


Affandy Murad
CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

WikiCendekia 2026 bukan hanya tentang perkakas teknis atau kebijakan kepengurusan. Ia adalah tentang dua puluh orang yang selama ini bekerja sendiri-sendiri di sudut-sudut internet, yang akhirnya duduk di meja yang sama, berbagi kegelisahan yang ternyata sama. Kebersamaan yang tercipta di Surabaya, dalam sesi Cangkruk, di warung kopi, di sela-sela konferensi, adalah modal paling berharga yang saya bawa pulang. Ketika nanti menghadapi kebuntuan di proyek Wikimedia, saya tahu ada dua puluh orang yang bisa saya hubungi, dan yang juga tahu betapa sepinya bekerja sebagai sukarelawan digital.

Semoga pertemuan ini menjadi benih dari kebersamaan yang tumbuh jauh melampaui tiga hari di Hotel Kampi.

Informasi lengkap tentang WikiCendekia 2026 dapat ditemukan di meta.wikimedia.org/wiki/WikiCendekia_2026.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?

Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments