
Affandy Murad, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Tanggal 3 Maret 2026 menjadi hari yang cukup berkesan bagi saya. Untuk pertama kalinya, saya hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai asisten pelatih dalam sebuah kegiatan lokakarya Wikidata yang diselenggarakan di salah satu lembaga riset terbesar di Indonesia, yaitu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ini adalah cerita tentang bagaimana ilmu yang pernah saya pelajari secara daring akhirnya bisa saya bagikan secara langsung kepada puluhan staf peneliti.
Mengenal BRIN dan Latar Belakang Kegiatan
BRIN adalah singkatan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, sebuah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia. Lembaga ini mengemban misi besar untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem penelitian dan inovasi nasional di bawah satu atap.
Wikilatih Wikidata kali ini digelar di Gedung B.J. Habibie, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Menteng, tepatnya di ruang rapat Riset lantai 3. Kegiatan ini digagas Data dan Teknologi Wikimedia Indonesia bekerjasama dengan Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN dengan tujuan yang sangat konkret: mendokumentasikan koleksi penerbitan ilmiah BRIN ke dalam Wikidata, sehingga publik dan komunitas peneliti global dapat lebih mudah menemukan dan mengaksesnya.
Apa Itu Wikidata dan Mengapa Penting?

Affandy Murad, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Bagi yang belum terlalu familiar, Wikidata adalah proyek resmi Wikimedia Foundation. Kalau Wikipedia adalah ensiklopedia berbentuk narasi yang kita baca, Wikidata adalah saudara kandungnya yang bekerja di balik layar sebagai gudang data terstruktur berbasis graf pengetahuan yang bisa disunting secara kolaboratif oleh siapa saja.
Data di Wikidata disimpan dalam format triplet: subjek, predikat, dan objek. Bayangkan seperti kalimat singkat yang saling terhubung. Misalnya: “Jurnal Riset Kimia” diterbitkan oleh “BRIN”. Semua data ini berlisensi CC0 atau domain publik, yang artinya siapa pun bebas menggunakannya, mulai dari peneliti, jurnalis, hingga pengembang aplikasi, tanpa perlu khawatir soal hak cipta.
Bagaimana Saya Bisa Terlibat?

Masssly, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Semuanya bermula dari sebuah pesan dari Hisyam, staf Teknologi Wikimedia Indonesia (WMID), yang mengundang saya menjadi asisten pelatih. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan.
Jujur saja, ada alasan pribadi yang juga mendorong saya untuk hadir. Beberapa waktu sebelumnya, saya telah menyelesaikan MOOC Wikidata, sebuah kursus daring terbuka yang diselenggarakan oleh Wikimedia. Setelah lulus, rasanya ada semacam “utang” yang ingin saya bayar, yaitu meneruskan apa yang sudah saya pelajari kepada orang lain. Wikilatih ini terasa seperti kesempatan yang tepat untuk melakukannya.
Siapa Saja yang Hadir?

Affandy Murad, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Ada 24 staf BRIN dari Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah yang mengikuti pelatihan ini sebagai peserta. Dari pihak Wikimedia Indonesia sendiri hadir cukup lengkap. Hisyam bertindak sebagai pelatih utama, saya bersama Rifqi menjadi asisten pelatih, Adhik hadir sebagai pemagang, serta Dimas dan Hardi mewakili WMID secara kelembagaan.
Acara dibuka dengan hangat oleh Pak Hendro Subagyo, M. Eng selaku Direktur Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) BRIN, yang didampingi oleh Hardiansyah selaku Ketua Umum Wikimedia Indonesia. Suasana pembukaannya terasa lebih seperti perbincangan antar komunitas yang saling mendukung, bukan sekadar seremoni formal.
Apa yang Diajarkan dalam Wikilatih?
Materi pelatihan dirancang bertahap agar semua peserta bisa mengikuti, terlepas dari latar belakang teknisnya. Peserta diajak mulai dari memahami apa itu Wikidata dan manfaatnya, membuat akun serta halaman pengguna, lalu berlanjut ke praktik menyunting butir yang sudah ada, hingga membuat butir Wikidata baru dari nol.
Fokus utamanya adalah melatih peserta untuk menginput publikasi ilmiah terbitan BRIN ke dalam Wikidata dengan format yang benar dan konsisten. Hasil kerja para peserta bisa dilihat langsung di halaman kategori Wikilatih Wikidata Trainees at 3 Maret 2026 di situs Wikidata, yang menjadi bukti nyata bahwa pelatihan ini menghasilkan kontribusi yang langsung terasa.
Bagaimana Rasanya Menjadi Asisten Pelatih?
Tugas saya sebenarnya sederhana: mendampingi Hisyam dan memastikan tidak ada peserta yang tertinggal. Saya berkeliling ruangan, duduk sebentar di sisi peserta yang terlihat bingung, membantu mereka melewati kendala teknis satu per satu.
Tapi justru di situ keseruannya. Ada momen ketika seorang peserta akhirnya berhasil menyimpan butir Wikidata pertamanya, dan ekspresi wajahnya berubah dari khawatir menjadi lega. Hal kecil seperti itu yang membuat saya merasa hari itu benar-benar bermakna.
Ketika Ada Kendala di Tengah Jalan
Tentu saja, tidak semua berjalan tanpa hambatan. Di tengah kegiatan, sebagian kecil peserta sempat tidak bisa mengakses halaman login Wikidata. Penyebabnya ada di luar kendali kami sepenuhnya.
Untungnya, ada solusi praktis yang bisa kami terapkan saat itu juga: mengganti pengaturan DNS di peramban masing-masing peserta, yang kebanyakan menggunakan Google Chrome dan Microsoft Edge. Tidak butuh waktu lama, dan kegiatan pun kembali berjalan lancar seperti sedia kala.
Refleksi: Dari Wikipedia ke Wikidata
Kalau saya jujur, selama ini hampir semua kontribusi saya di ekosistem Wikimedia masih terpusat di Wikipedia bahasa Indonesia dan Wikipedia bahasa Betawi. Wikidata terasa seperti wilayah baru yang belum banyak saya jamah.
Tapi hari itu, saya hadir mewakili Komunitas Wikidata Indonesia. Ada rasa tanggung jawab yang berbeda. Ilmu yang saya dapatkan dari MOOC bukan lagi sesuatu yang saya nikmati sendiri, tapi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain di ruangan yang sama.
Menjadi sukarelawan di kegiatan seperti ini mengajarkan saya bahwa kontribusi tidak selalu harus terlihat besar. Kadang cukup dengan hadir, berkeliling, dan membantu seseorang yang kebingungan. Itu pun sudah lebih dari cukup.
Sampai jumpa di Wikilatih berikutnya!
Can you help us translate this article?
In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?
Start translation