WikiLatih Bogor Memberikan Ruang Belajar, Berbagi, dan Menjembatani Generasi

Translate this post

Perjalanan menuju Kabupaten Bogor pada akhir pekan itu terasa berbeda. Wikimedia Indonesia melalui Komunitas Wikimedia Bandung berangkat dari Bandung untuk melaksanakan WikiLatih Wikipedia di Bogor, sebuah pelatihan yang bertujuan memperkenalkan cara berkontribusi di proyek Wikimedia, khususnya Wikipedia.

Namun, lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menghadirkan banyak cerita dan pengalaman yang berkesan. Saya tidak berangkat sendiri, ada Hayati Mayang Arum, Hasnanf, Diahasy, dan Pendekaranakbangsa yang bersama menghadirkan agenda ini.

Kali ini, WikiLatih hadir di wilayah historis Kerajaan Sunda | Oceanmuse, CC BY 4.0 via Wikimedia Commons

Bogor bukanlah tempat yang asing dalam sejarah Tatar Sunda. Wilayah ini memiliki jejak historis yang mendalam sebagai pusat Kerajaan Sunda. Sejarah mencatat bahwa Pakuan Pajajaran, yang kini berada di wilayah Bogor.

Wilayah ini pernah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan Kerajaan Sunda setelah dipindahkan dari Kawali, Ciamis. Di tanah yang sarat sejarah inilah kami mengajak masyarakat untuk melanjutkan tradisi pewarisan pengetahuan melalui ruang digital.

Pelaksanaan WikiLatih Bogor terselenggara berkat kolaborasi antara Wikimedia Indonesia, Komunitas Wikimedia Bandung, Yayasan Improve Foundation, dan Forum Taman Bacaan Masyarakat Bogor.

Kolaborasi ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pegiat literasi, pengelola taman bacaan masyarakat, guru, mahasiswa, hingga aparatur sipil negara.

Menariknya, penyebaran informasi kegiatan ini menunjukkan kuatnya jejaring komunitas literasi di Bogor. Informasi pendaftaran yang awalnya dibagikan melalui kanal resmi ternyata menyebar luas melalui grup-grup WhatsApp komunitas literasi.

Banyak peserta mengetahui kegiatan ini dari sesama anggota komunitas yang saling membagikan informasi. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan jaringan antarkomunitas masih menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah pertemuan lintas generasi yang terjadi selama pelatihan. Sebagai fasilitator, kami terbiasa belajar dari para guru, ASN senior, dan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman lebih panjang dibandingkan kami. Ada perasaan segan ketika kali ini justru kami yang berdiri di depan untuk berbagi pengetahuan mengenai Wikipedia dan proyek Wikimedia lainnya.

Memperkuat inisiatif melalui kolaborasi | Oceanmuse, CC BY 4.0 via Wikimedia Commons

Namun, keseganan itu perlahan berubah menjadi kekaguman. Para peserta senior menunjukkan keterbukaan yang luar biasa untuk belajar hal-hal baru. Mereka aktif bertanya, mencoba menyunting artikel, dan berdiskusi mengenai pentingnya pengetahuan bebas

Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Justru dari para peserta yang lebih senior tersebut, kami belajar tentang kerendahan hati untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Di balik keseriusan pelatihan, terdapat berbagai dinamika yang memperkaya jalannya kegiatan. Sebelum pelatihan berlangsung, panitia telah mengarahkan peserta untuk membuat akun Wikipedia terlebih dahulu agar sesi praktik dapat berjalan lebih efektif.

Pada hari pelaksanaan, beberapa peserta memerlukan pendampingan tambahan untuk memastikan akun mereka dapat digunakan dengan baik saat sesi penyuntingan dimulai. Tim panitia pun membantu peserta menyelesaikan berbagai kendala teknis yang muncul sehingga seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan lancar.

Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa pelatihan menyunting artikel di Wikipedia selain berkaitan dengan materi yang disampaikan, juga menuntut kesigapan panitia dalam mendampingi dan memastikan kesiapan peserta dalam menggunakan berbagai platform digital.

Dengan latar belakang dan rentang usia yang beragam, setiap peserta memiliki kebutuhan pendampingan yang berbeda. Hal tersebut justru menjadi bagian penting dari proses belajar yang membuat kegiatan semakin inklusif dan bermakna.

Pelatihan ini juga berhasil memperkenalkan peserta pada proses memperdalam pengetahuan berbasis sumber tepercaya. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berkembang saat menentukan topik artikel.

Salah satu peserta yang berasal dari Lombok, berbagi informasi mengenai upacara Bau Nyale. Pertukaran informasi tersebut menjadi inspirasi bagi salah satu kontributor untuk menulis artikel tentang topik tersebut.

Hasilnya, artikel Bau Nyale dinobatkan sebagai artikel terbaik dalam kegiatan ini. Artikel dilihat dari capaian di atas tiga ribu bita, dilengkapi dengan tiga gambar, serta memiliki struktur penulisan yang baik yang mencakup bagian definisi, sejarah, dan tradisi.

Selain itu, penggunaan Basa Sunda yang rapi dan mudah dipahami membuat alur pembahasan artikel tersebut tersusun dengan jelas dan nyaman dibaca.

Selama pelatihan hingga selesai pelatihan, diskusi masih berlangsung di grup WhatsApp Peserta WikiLatih Bogor. Rupanya, peserta membutuhkan diskusi lebih dalam secara detail apa saja jenis sumber yang tidak boleh digunakan di dalam Wikipedia.

Keunikan lain dari WikiLatih Bogor adalah penggunaan bahasa. Kegiatan ini dirancang dengan mempertimbangkan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu sebagian besar masyarakat Jawa Barat. Meski demikian, pelatihan tetap menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama agar seluruh peserta dapat mengikuti materi dengan nyaman.

Hal yang sama juga diterapkan dalam praktik penyuntingan. Peserta tidak hanya diarahkan untuk berkontribusi di Wikipedia Basa Sunda, tetapi juga di Wikipedia Bahasa Indonesia.

Pendekatan ini memberikan ruang yang lebih inklusif bagi peserta yang bukan penutur asli bahasa Sunda. Di sisi lain, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mendalami Bahasa Sunda melalui berbagai artikel yang tersedia.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendorong lahirnya kontributor baru Wikipedia, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara pelestarian bahasa daerah dan pengembangan pengetahuan bebas.

Pada akhirnya, WikiLatih Bogor mengajarkan bahwa pengetahuan tumbuh melalui kolaborasi. Dari sejarah panjang Pajajaran, jejaring komunitas literasi yang kuat, semangat belajar lintas generasi, hingga tawa bersama karena lupa kata sandi, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang memperkaya pengalaman kami sebagai gerakan pengetahuan bebas.

Setiap peserta yang hadir membawa cerita, dan setiap suntingan yang dibuat menjadi langkah kecil untuk memastikan bahwa pengetahuan tentang Indonesia dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?