WikiRiksa, Bicara Kepemimpinan dan Gotong Royong Pengetahuan

Translate this post

Berkontribusi di Wikikamus kali ini tidak sekadar menambahkan definisi atau memperbaiki entri, para kontributor diajak menghubungkan dua proyek Wikimedia sekaligus, yakni memanfaatkan naskah yang tersedia di Wikisumber. 

Kehadiran Alfiyah Rizzy Afdiquni, Losstreak, Iripseudocorus, dan Sofi Solihah yang didukung penuh oleh Swarabakti menunjukkan upaya inklusivitas yang konsisten, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antar kontributor.

Gagasan inilah yang melahirkan Proyek Wiki Verifikasi Kosakata atau disingkat WikiRiksa. Prakarsa Tim Dana Wiki oleh Komunitas Wiktionary Indonesia ini bertujuan meningkatkan kualitas entri bahasa Indonesia di Wikikamus melalui penambahan kutipan. Seluruh inisiatif tersebut didukung oleh Wikimedia Indonesia.

Menelusuri manuskrip Nusantara berarti merawat makna. Di WikiRiksa, kami berkumpul dari berbagai penjuru daerah, merajut kembali pemahaman tentang warisan leluhur. Oceanmuse, CC-BY-4.0

Perjalanan WikiRiksa dimulai melalui lokakarya daring yang mempertemukan kontributor dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi fondasi penting karena memperkenalkan praktik penyuntingan yang relatif baru bagi sebagian peserta, terutama terkait penggunaan bukti ketercatatan dan penambahan kutipan. 

Melalui lokakarya tersebut, para kontributor mempelajari standar penyuntingan yang disepakati bersama agar kualitas kontribusi tetap terjaga. Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memantau perkembangan dan capaian proyek secara berkala.

Namun seperti banyak inisiatif komunitas lainnya, perjalanan WikiRiksa tidak selalu berjalan mulus. Dinamika internal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesnya. Pada Januari 2026, saya sempat dipercaya oleh rekan-rekan sebagai penanggung jawab kegiatan. 

Akan tetapi, karena harus menghadapi agenda Ramadan di tempat kerja yang dipastikan menyita banyak waktu sepanjang Februari hingga Maret, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi tersebut.

Keputusan itu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Alfiyah Rizzy Afdiquni yang bersedia menerima estafet kepemimpinan sebagai penanggung jawab. 

Bagi saya, pengalaman ini memberikan pelajaran penting bahwa kepemimpinan tidak selalu berarti memegang posisi tertinggi dalam sebuah kegiatan. 

Kepemimpinan juga berarti tetap hadir, mengambil tanggung jawab, dan memastikan komitmen yang telah dibuat kepada komunitas dapat dituntaskan hingga akhir. Meskipun tidak lagi menjadi penanggung jawab utama, saya tetap aktif menjalankan seluruh agenda WikiRiksa sampai selesai.

Saya percaya bahwa keberhasilan sebuah program komunitas tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kesediaan setiap anggota tim untuk terus berkontribusi sesuai kapasitasnya.

Semangat tersebut saya wujudkan dengan tetap terlibat dalam berbagai proses pelaksanaan kegiatan, termasuk menginisiasi adanya kopdar tambahan pada akhir periode proyek. 

Inisiatif ini lahir dari melihat tingginya antusiasme para kontributor terhadap aktivitas berbasis naskah dan penyusunan kutipan. Saya merasa masih terdapat ruang untuk memaksimalkan kontribusi mereka sekaligus memperluas dampak pembelajaran yang telah dibangun selama WikiRiksa berlangsung.

Mengelola agenda komunitas selama berbulan-bulan tentu bukan tugas ringan, terlebih ketika harus mengelola berbagai kebutuhan teknis, administrasi, dan koordinasi kontributor yang tersebar di berbagai wilayah. 

Namun pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa kepemimpinan yang sehat adalah tentang keberlanjutan, kepercayaan, dan kemampuan untuk saling mendukung ketika terjadi pergantian peran di dalam tim.

WikiRiksa berlangsung sejak awal Februari hingga sekitar Juni 2026. Dalam rentang waktu tersebut, tim beberapa kali menghadapi tantangan dan penyesuaian. 

Pengalaman tim yang telah terlibat dalam berbagai inisiatif berdampak luas, seperti WikiLatih, WikiNusantara, atau Dana Wiki, menjadi modal penting dalam menghadapi setiap persoalan. 

Bahkan tidak jarang di antara kami saling menguatkan dan menenangkan satu sama lain. Dari proses tersebut, kami belajar bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat dicari jalan keluarnya ketika dihadapi secara bersama-sama.

Semangat kolaborasi itu kemudian berbuah hasil yang melampaui target teknis semata. Seluruh rangkaian kegiatan WikiRiksa berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana yang diajukan dalam proposal. 

Di balik setiap manuskrip, ada komunitas yang berdedikasi menjaga pengetahuan agar tidak lekang oleh waktu. Oceanmuse, CC-BY-4.0

Hingga Juni 2026, sebanyak 20 templat buku telah tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh para kontributor. Dari sisi capaian, WikiRiksa menghasilkan sekitar 3.510 kutipan baru yang ditambahkan ke berbagai entri Wikikamus. 

Selain itu, terdapat sekitar 2.800 perekaman pelafalan melalui Lingua Libre yang disertai penginputan entri serta pemastian definisi kosakata di Wikikamus bahasa Indonesia.

Lebih jauh lagi, dampak WikiRiksa tidak berhenti pada angka-angka tersebut. Gagasan menghubungkan Wikisumber dan Wikikamus ternyata menyebar dan menginspirasi komunitas di berbagai daerah. 

Di Madura, misalnya, para sukarelawan mulai mempersiapkan naskah-naskah berbahasa Madura di Wikisumber agar kelak dapat dimanfaatkan sebagai sumber kutipan di Wikikamus Madura. 

Perpaduan antara proyek Wikisumber dan Wikikamus dianggap sebagai pendekatan baru yang menjanjikan bagi pengembangan bahasa daerah. Mulai dari naskah awal abad ke-20 hingga dokumen kenegaraan, untuk menunjukkan asal-usul, penggunaan, dan perkembangan suatu kata dari waktu ke waktu.

Melalui proses tersebut, proyek-proyek Wikimedia saling melengkapi: naskah disimpan dan dilestarikan di Wikisumber, sementara kosakata beserta penjelasannya dikembangkan di Wikikamus.

Kutipan yang disisipkan memungkinkan publik memverifikasi langsung penggunaan suatu kata melalui sumber aslinya. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas entri, tetapi juga memperkuat transparansi dan keandalan informasi yang tersedia.

Di atas semua capaian tersebut, salah satu keberhasilan terbesar WikiRiksa adalah kemampuannya menyatukan kontributor dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu tujuan bersama. 

Dalam periode yang hampir bersamaan, kegiatan kopi darat (kopdar) WikiRiksa diselenggarakan di Palembang yang mewakili Sumatra, Jakarta sebagai kawasan metropolitan, Madura yang mewakili Jawa Timur, dan Makassar yang mewakili Sulawesi.

Menariknya, antusiasme tersebut tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan utama berakhir. Pada akhir periode proyek, komunitas bahkan mampu menyelenggarakan kopdar lanjutan dengan capaian yang lebih tinggi. 

Salah satunya adalah kopdar lanjutan WikiRiksa di Bekasi yang diikuti oleh delapan peserta dan berhasil menghasilkan lebih dari 150 entri baru. 

Pengalaman selama WikiRiksa juga menunjukkan bahwa penyusunan kutipan, pemastian definisi, dan pengembangan entri memerlukan ketelitian serta perhatian terhadap detail. Oleh karena itu, proses ini tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. 

Ke depan, fokus kegiatan serupa dapat diarahkan lebih jauh pada kualitas kontribusi, khususnya dalam menggali pemaknaan kata berdasarkan konteks naskah yang digunakan. 

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?