WikiPandu: Mendampingi Kontributor Menyelesaikan Seluruh Alur Wikisource

Translate this post

Digitalisasi naskah di Wikisource tidak berakhir ketika setiap halamannya selesai diuji-baca dan divalidasi. Halaman-halaman tersebut masih harus ditransklusikan ke ruang utama. Proses panjang ini membuka banyak bentuk kontribusi, tidak semua jenis kontribusi ini dikenal atau dikerjakan secara merata oleh para kontributor.

Wikisource bahasa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 14 ribu naskah dengan lebih dari 100 ribu halaman. Lebih dari 60 pengguna aktif menyunting setiap bulannya. Beberapa bulan terkahir, sebagian dari mereka merupakan peserta WikiPandu, program pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada pengembangan kontribusi di Wikisource bahasa Indonesia.

Mengapa WikiPandu Dibutuhkan?

Komunitas Wikisource Indonesia melihat semakin banyak relawan yang tertarik berkontribusi di Wikisource bahasa Indonesia. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah pendaftar pada setiap edisi kompetisi Wikisource bahasa Indonesia.

Namun, kompetisi tersebut umumnya berfokus pada uji-baca dan validasi. Padahal, masih banyak bentuk kontribusi lain yang diperlukan, seperti mengunggah berkas, membuat indeks, dan melakukan transklusi. Akibatnya, banyak buku yang telah selesai divalidasi belum ditransklusikan ke ruang utama. Pada saat yang sama, jumlah buku baru yang tersedia untuk diuji-baca tidak bertambah secara signifikan.

WikiPandu hadir sebagai ruang belajar bagi kontributor yang ingin memahami seluruh alur digitalisasi naskah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Wikisource kepada masyarakat luas dan menjaring kontributor baru.

Dari Pelatihan Singkat menuju Pendampingan Bertahap

Wikimedia Indonesia memiliki program Wikilatih yang mengajak peserta mempelajari salah satu proyek Wikimedia, termasuk Wikisource. Wikilatih umumnya diselenggarakan dalam satu hari dan biasanya dibagi menjadi tingkat dasar dan mahir. Format tersebut efektif sebagai pengenalan, tetapi waktu yang tersedia membatasi jumlah materi yang dapat dipelajari dalam satu kegiatan.

WikiPandu melengkapi format tersebut dengan rangkaian pembelajaran yang lebih panjang. Kegiatan dimulai dengan Bincang WikiPandu, yang memperkenalkan program, gerakan Wikimedia, proyek-proyek Wikimedia, dan Wikisource. Kegiatan ini ditayangkan melalui YouTube dan dapat ditonton oleh siapa saja, sehingga menjadi sumber belajar terbuka yang tetap dapat dimanfaatkan setelah program selesai.

Rangkaian utama WikiPandu dilaksanakan secara daring dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, peserta belajar mengunggah naskah dan membuat indeks. Sesi kedua membahas uji-baca dan validasi, sedangkan sesi ketiga membahas transklusi agar halaman-halaman yang telah selesai diproses dapat dibaca sebagai satu naskah utuh di ruang utama. Setiap sesi dilaksanakan dalam satu hari dan diakhiri dengan pemberian tugas sehingga langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari.

WikiPandu juga diselenggarakan secara luring di Pamekasan, Surabaya, dan Lombok Timur. Selain pelatihan, program ini mengadakan kompetisi uji-baca dan transklusi yang dapat diikuti oleh seluruh kontributor Wikisource.

Hasil dan Pelajaran dari WikiPandu

Antusiasme terhadap WikiPandu sangat besar. Lebih dari 100 peserta mengikuti rangkaian kegiatan luring dan daring. Masing-masing sesi juga menghasilkan lebih dari 1000 kontribusi. Sesi pertama menghasilkan lebih dari 1000 indeks baru, sesi kedua menguji-baca dan memvalidasi lebih dari 1000 halaman, sedangkan sesi ketiga mentransklusikan hampir 2000 halaman.

Meskipun demikian, besarnya jumlah peserta pada awal program tidak selalu berarti bahwa setiap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian. Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan secara daring adalah menjaga kehadiran peserta dari awal hingga akhir. Banyak peserta tidak mengikuti salah satu kegiatan dalam rangkaian WikiPandu.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa program berseri memerlukan lebih dari sekadar materi yang berurutan. Keberlanjutan komunikasi, pengingat kegiatan, rangkuman materi, rekaman sesi, dan kesempatan mengejar materi yang tertinggal juga penting agar peserta tetap dapat mengikuti perjalanan belajar. Pada penyelenggaraan berikutnya, mekanisme pendampingan tersebut dapat diperkuat untuk membantu peserta yang berhalangan menghadiri salah satu sesi.

WikiPandu juga memperlihatkan bahwa setiap kontributor memiliki preferensi yang berbeda. Ada peserta yang senang membuat indeks, ada yang menikmati proses membaca dan mencocokkan teks ketika melakukan uji-baca dan validasi, dan ada pula yang tertarik melakukan transklusi, tahap yang sebelumnya relatif jarang dikerjakan.

Setelah mempelajari seluruh alur Wikisource, kontributor tidak harus mengerjakan semua tahap secara terus-menerus. Mereka dapat memilih bentuk kontribusi yang paling sesuai dengan minatnya, sekaligus memahami bagaimana pekerjaan mereka terhubung dengan kontribusi pengguna lain dalam menghadirkan naskah bebas yang utuh.

Rencana ke Depan

Rangkaian kegiatan WikiPandu telah selesai diselenggarakan. Saat ini, tim masih melakukan penilaian tugas dari setiap sesi dan memfinalisasi hasil kompetisi. Kontribusi yang dihasilkan telah membantu meramaikan Wikisource bahasa Indonesia, tetapi keberhasilan jangka panjang juga perlu dilihat dari keberlanjutan kontribusi peserta setelah program berakhir.

Ke depannya, pengalaman WikiPandu diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Wikisource bahasa Indonesia. Wikimedia Indonesia rutin menyelenggarakan Wikilatih, sementara komunitas dapat melengkapinya melalui model pendampingan seperti WikiPandu. Pendekatan tersebut dapat diadaptasi bersama komunitas Wikisource dalam bahasa daerah yang dipertuturkan di Indonesia, yaitu Bali, Melayu, Madura, Jawa, Minang, dan Sunda.

Materi, urutan pembelajaran, serta pengalaman dalam menjaga partisipasi peserta dapat menjadi titik awal bagi komunitas lain. Modelnya tidak harus diterapkan secara persis, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kapasitas, dan kondisi masing-masing komunitas.

WikiPandu menunjukkan bahwa mengembangkan Wikisource bukan hanya tentang menambah jumlah suntingan. Hal yang tidak kalah penting adalah membantu kontributor memahami seluruh alur, menemukan bentuk kontribusi yang mereka sukai, dan memperoleh jalan untuk terus membebaskan pengetahuan.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?