Makassar yang Hangat, Sebuah Catatan Kolaborasi dalam Perjalanan WikiRempah Menuju Indonesia Timur

Translate this post

Sejak agenda Kopdar Makassar dikomunikasikan secara daring, teman-teman Komunitas Wikimedia Makassar menunjukkan sambutan yang sangat ramah dan terbuka. 

Dinahkodai oleh Sekar Jarwo Soekarno dan Iripseudocorus, Komunitas Wikimedia Makassar berhasil menghadirkan kontribusi yang meningkat drastis baik dari segi kehadiran kontributor, maupun hasil kontribusinya yang jika kita track hingga menembus layar laptop. 

Tidak berlebihan saya ucapkan karena memang begitu adanya antusiasme tinggi dari teman-teman di Makassar, saking tingginya antusias hingga komunitas wilayah lain lintas pulau pun merasakannya. Termasuk kami di tim WikiRempah, ada Ana Ainina, Supardi Sahabu, dan Sofi Solihah yang berasal dari wilayah Pulau Jawa, Gorontalo, dan Manado.

Sambutan hangat dari teman-teman Makassar | Oceanmuse | CC BY SA 4.0

Narahubung maupun peserta merespons dengan antusias dan menunjukkan kesediaan untuk bergotong royong meningkatkan kontribusi pada Wikipedia Bahasa Bugis, Incubator Wikipedia Bahasa Makassar, serta Incubator Wikikamus Bahasa Bugis.

Antusiasme tersebut terasa sejak awal pelaksanaan. Peserta datang lebih awal dan hadir dengan kesiapan untuk mengikuti kegiatan. 

Bagi saya, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi awal menegaskan tujuan ekspedisi ke Indonesia Timur, khususnya Maluku Utara.

Makassar Dengan Keberagaman Suku dan Bahasanya

Salah satu hal yang paling berkesan adalah ketika saya mengetahui bahwa terdapat penutur asli Bahasa Konjo yang turut hadir. Selama ini mungkin orang mengenal Makassar dari suku Bugis, mengingat Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, merupakan keturunan Bugis. 

Ternyata di Makassar sendiri ada 4 suku besar, yakni suku Makassar, Konjo, Bugis, dan Mandar. Setidaknya itu yang saya tahu, tentu ada suku lain di Sulawesi Selatan, seperti Toraja, Enrekang, Duri dan Maiwa.

Keberadaan penutur Bahasa Konjo menjadi pengalaman yang sangat menarik, mengingat dalam konteks Makassar saya lebih sering menemukan penutur Bahasa Bugis dan Makassar Melayu. 

Pertemuan ini membuka perspektif bahwa keragaman bahasa di Sulawesi Selatan jauh lebih luas dan penting untuk terus didokumentasikan dalam proyek-proyek Wikimedia.

Kehangatan komunitas juga terasa sejak saya tiba di Makassar. Teman-teman tidak hanya membantu mengarahkan rute perjalanan yang mudah dan strategis, tetapi juga menyambut dan mendampingi selama kegiatan. 

Teman-teman di Makassar bahkan sangat membantu menemukan tempat kuliner yang autentik. Momen tersebut kemudian kami dokumentasikan melalui foto dan mengunggahnya ke Wikimedia Commons, sehingga pengalaman lokal yang kami temukan bersama dapat menjadi bagian dari pengetahuan terbuka.

Lalu, Bagaimana Dengan Hasil Kontribusinya?

Seperti yang bisa diprediksi, kopdar WikiRempah di Makassar menghasilkan sejumlah capaian di berbagai proyek Wikimedia yang bisa diakses melalui outreach berikut https://outreachdashboard.wmflabs.org/courses/Wikimedia_Gorontalo/Kopdar_WikiRempah_Makassar/home 

Sepanjang kegiatan, saya merasakan betul kesungguhan dan kehadiran teman-teman Wikimedia Makassar, seperti Aasha Ruzka. Tanpanya, kami tidak bisa menghasilkan 39 foto di sini https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:WikiRempah_Makassar/Photo. Seluruh teman di Makassar, sangat membantu, responsif, dan aktif terlibat dalam berbagai kebutuhan kegiatan. 

Kuliner khas Makassar | Oceanmuse | CC BY SA 4.0

Dukungan tersebut membuat saya merasa bahwa kolaborasi yang dibangun bukan hanya sebatas komunikasi dalam ruang daring, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk gotong royong di lapangan. 

Semua berkat kehadiran Frauzam yang berkontribusi terhadap Bahasa Konjo Pesisir, lalu Fitriakhrd, NasRI A. Muhammad Abduh, Noefiya NFY, Wanita Hijrah, Romadhon tri,

Transit di Makassar, Mengabadikan Kuliner Lokal untuk Wikimedia Commons

Sebagai project lead yang menghadapi langsung wilayah Makassar, saya merasa bersyukur dapat bekerja bersama komunitas yang memiliki semangat kontribusi kuat. Tidak disangka, 3 minggu kemudian kami berkesempatan mengunjungi Makassar, saat pesawat transit di Bumi Anging Mamiri. 

Terkhusus Indra-doozo, kami mengapresiasi kehadirannya yang berperan banyak dalam menyambut tim WikiRempah hingga dapat meningkatkan kontribusi untuk Wikimedia Commons, berupa foto kuliner otentik setempat.

Kopdar WikiRempah Makassar menjadi pengalaman yang berkesan, terutama karena keramahan, kesediaan membantu, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga komunitas setempat. Letak Makassar yang strategis sebagai salah satu simpul penghubung wilayah Indonesia Timur turut membuka peluang kolaborasi lintas komunitas secara berkelanjutan.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?