Perjalanan ke wilayah yang jaraknya lebih dari 3.000 kilometer lebih tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan. Apakah transportasinya menunjang? Dengan siapa nanti kami akan berinteraksi? Bagaimana situasi terkini di lokasi? Dan berbagai pertanyaan lain.
Apapun itu situasinya, kami tetap berangkat karena ada harta karun pengetahuan di Maluku Utara yang kami ingin sebarkan ke publik. Ternate merupakan wilayah kesultanan yang memiliki pengaruh besar di negeri kepulauan ini, bahkan saat Indonesia merdeka tahun 1945, Kesultanan Ternate baru menyatakan bergabung ke negara republik di tahun 1950. Itu menunjukan saking besarnya pengaruh Kesultanan Ternate sehingga membutuhkan banyak pertimbangan yang serius.
Lalu mengapa aktivitas di Ternate belum sebanyak di komunitas lain? Jawabannya aksesibilitas dan transportasi mahal di Indonesia Timur. Hal itulah yang menjadikan jangkauan ke Ternate masih membutuhkan banyak dukungan, salah satunya tim WikiRempah, dengan dukungan Rapid Fund Wikimedia Foundation, merintis agenda pelatihan Wikipedia di sana.
Kesultanan Ternate dan Portugis 1512
Sejarah Ternate yang diajarkan di sekolah dikenal mulai tahun 1512, saat Bangsa Portugis datang di bawah pimpinan Francisco Serrão, mencari rempah-rempah dan disambut oleh Sultan Bayanullah. Beberapa pendapat menyebutkan, kesultanan sebenarnya sudah berinteraksi dengan bangsa-bangsa dari seluruh dunia sebelum abad ke-16.
Dimulailah interaksi antara Kesultanan Ternate dengan Portugis, Spanyol, dan Belanda, jejaknya masih bisa ditelusuri hingga kini. Jejak itulah yang menjadi penanda bagi kami tim WIkiRempah, dengan inisiatif dokumentasi warisan sejarah budayanya, menyebarkan pengetahuan tersebut agar bisa diakses melalui sejumlah proyek Wikimedia (Wikipedia Bahasa Indonesia beserta bahasa lokal, Wikimedia Commons, Wiktionary, Wikibooks, Wikiquote, Wikivoyage, dan Incubator).
WikiRempah secara detail mendokumentasikan bangunan bersejarah, meliputi berbagai benteng peninggalan Portugis, Spanyol, dan Belanda, baik yang sudah menjadi cagar budaya atau yang masih membutuhkan perhatian lebih. Selain itu, memotret kuliner lokal, mengunggahnya, dan menuliskan resepnya sehingga terjaga otentisitas lokalnya.
Koordinasi untuk Mengadakan WikiLatih
Mengawali perjalanan, tim WikiRempah tentunya berkoordinasi dengan Wikimedia Indonesia guna menghadirkan manfaat lebih besar, saling memberikan dukungan, memperbarui informasi kegiatan yang akan dilaksanakan. Tanpa Wikimedia Indonesia, WikiRempah tidak akan bisa melangkah ke Ternate.
Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih banyak atas penerimaan dari Universitas Terbuka, yakni Dr. Dra. Fachria Marasabessy, M.Pd. yang juga seorang Wikimediawan Ternate, Fachria marsy68, kami saling mengenal pada perhelatan konferensi nasional WikiNusantara Bogor 2024. Dari sanalah berbagai jalan kebaikan terbuka lebar sepanjang kami mengeksplor Maluku Utara.
Namun, baiknya kami tidak ujug-ujug menjelajah karena Universitas Terbuka memiliki peran penting yang sejalan dengan tujuan Wikimedia di bidang pengetahuan. Untuk itu, WikiRempah menghadirkan WikiLatih di kampus tersebut, yang pastinya didukung terus selama agenda kegiatan oleh Ibu Fachria marsy68.
Pada 3 September 2026, dimulailah pelatihan yang melibatkan civitas academica Universitas Terbuka dengan fokus pada artikel mengenai Ternate dan Indonesia Timur. Perlu diingat bahwa agenda ini merupakan rintisan sehingga tim WikiRempah tidak menargetkan capaian tinggi.
Agenda tersebut juga dipublikasikan di Instagram @wikimediaid dan @wikirempah.id di mana pada prosesnya tim mencari penutur bahasa lokal. Hasilnya, poster tersebut menggunakan Bahasa Ternate seluruhnya, wujud nyata WikiRempah berupaya menyebarkan pengetahuan bahasa lokal setempat melalui media sosial yang bisa diakses.
Kami ingin setiap peserta menikmati proses pembebasan pengetahuan, pengguna baru pastinya membutuhkan waktu lebih sebelum bisa melakukan publikasi sesuai standar Wikipedia, hasilnya bisa dilihat pada outreach berikut https://outreachdashboard.wmflabs.org/courses/Wikimedia_Gorontalo/WikiLatih_WikiRempah_Ternate/home
Pekan WikiRempah, Sultanate Stories, dan Sejarah Lokal
Pekan WikiRempah Maluku Utara, yang kami hadirkan ternyata memiliki sejumlah kejutan di lapangan. Selain mendapatkan akses langsung ke Kedaton Ternate dan Museum Kedaton Ternate, tim juga mendapatkan undangan menghadiri launching buku mengenai asal-usul nama tempat di Ternate dari Kepala Museum Sejarah Rempah Kota Ternate.
Lebih lanjut, saat ekspedisi sejumlah benteng tertutup rumput liar di hutan, kami diarahkan warga lokal yang membersamai kami sampai di titik lokasi. Warga memastikan bahwa kami selamat dan baik-baik saja, bagi mereka kehadiran kami sudah menjadi momen baik dalam menuliskan sejarah mengenai Ternate.
Berlanjutlah agenda kami ke wawancara bersama masyarakat lokal. Semesta tidak pernah salah menunjukan jalan, tim WikiRempah dipertemukan dengan keturunan pengurus Benteng Kastela. Dari sanalah kami menggali sejarah lokal langsung dari sumbernya yang menyaksikan penggalian Benteng Kastela hingga ditetapkan sebagai cagar budaya.
Hingga kini, publikasi pengetahuan terus dilakukan oleh tim, Ternate telah memberikan banyak peran baik terhadap negeri ini, maupun terhadap keberlanjutan WikiRempah. Untuk itu, tim selalu standby apabila perannya dibutuhkan dan kami siap untuk membersamai masyarakat di bidang penyebaran pengetahuan.
Can you help us translate this article?
In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?
Start translation

