WikiRempah Mengeksplorasi Pengetahuan Lokal yang Belum Banyak Terungkap dari Jailolo, Halmahera Barat

Translate this post

Setelah berhasil melakukan ekspedisi di Ternate dan Tidore, WikiRempah melangkah ke Jailolo, wilayah kesultanan namun masih belum banyak tereksplor. Menapaki jalur laut selama 10 jam berlayar menggunakan kapal laut, kami tidak hanya menghadapi kondisi lapangan karena kami harus mempertahankan kesehatan diri sendiri.

WikiRempah dilaksanakan oleh Ana Ainina, Supardi Sahabu, dan Sofi Solihah, didanai oleh Rapid Fund Wikimedia Foundation dan kerap kali diadakan bersama komunitas Wikimedia di Indonesia.


Desa Wisata di Bobanehena, Halmahera Barat, Maluku Utara | Oceanmuse | CC BY SA 4.0

Jailolo, Halmahera Barat, termasuk ke dalam Kawasan Ekonomi Terintegrasi sehingga membutuhkan upaya lebih dalam membebaskan pengetahuan di sana. Beruntungnya, kami disambut oleh perwakilan pemerintah daerah setempat, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pihak Dinas Pariwisata juga berkenan untuk mensponsori akomodasi kami, di wilayah Desa Bobanehena.

Penginapan tersebut memiliki sejumlah cerita sejarah, di awal-awal perintisan resort ini, masyarakat wilayah Desa Bobanehena bergotong royong membangun Resort Rappa Pelangi. Resort ini memiliki ciri khas unik, berada di tepi laut sehingga memiliki latar pemandangan teluk dan gunung. Hal tersebutlah yang menjadikan Desa Bobanehena sebagai desa wisata yang turut berkontribusi terhadap pendapatan daerah Halmahera Selatan.

Memanfaatkan Aplikasi Wikilokal

Selama penelusuran di Jailolo, tim menggunakan aplikasi Wikilokal oleh Affandy Murad untuk membantu mengidentifikasi konten Wikimedia yang berkaitan dengan lokasi sekitar. Aplikasi ini memanfaatkan posisi pengguna yang terkoneksi langsung lokasinya sehingga aplikasi menampilkan artikel Wikipedia maupun berkas di Wikimedia Commons. 

Deteksi tersebut relevan dalam radius hingga sekitar dua kilometer. Pada tampilan tertentu, halaman perlu dimuat ulang secara manual agar informasi lokasi diperbarui dan hasil yang ditampilkan menyesuaikan posisi pengguna saat itu.

Tujuan penggunaan Wikilokal awalnya untuk memperkenalkan berbagai proyek Wikimedia kepada pengguna yang belum terbiasa dengan ekosistem Wikipedia. Melalui artikel yang ditampilkan, pengguna dapat menemukan pranala menuju lema di Wiktionary serta fitur show/hide yang terhubung dengan Wikivoyage. 

Wikilokal oleh Affandy Murad, Dipresentasikan di ESEAP 2026

Dengan demikian, informasi yang sebelumnya perlu dicari secara terpisah dapat diakses melalui satu antarmuka. Wikilokal juga memudahkan pengguna mengidentifikasi informasi yang belum tersedia dan menambahkannya ke proyek Wikimedia yang relevan.

Akses yang diberikan aplikasi ini sejalan dengan tujuan ekspedisi WikiRempah dalam memperluas akses terhadap pengetahuan lokal. Dengan memanfaatkan berbagai proyek Wikimedia, developer ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya ke teman-teman Wikipedia seluruh dunia.

Jailolo, Contoh Kehidupan Antarumat Beragama

Rasanya tidak cukup waktu menelusuri sebagian kecil Jailolo, tepatnya di Desa Lapusu, terdapat Gereja Hoku Hoku Kie yang telah berdiri sejak 1870-an. Uniknya tak jauh dari sana, masjid pun berdampingan dengan kerukunan yang damai.

Gereja Tua Hoku Hoku Kie sejak tahun 1870-an | Oceanmuse | CC BY SA 4.0

Saya merasa terharu menemukan wilayah kesultanan sejak ribuan tahun lamanya menjadi contoh nyata kehidupan tenggang rasa antar umat beragama. Di satu kampung, masyarakat Muslim dan Kristen hidup berdampingan tanpa sekat yang terasa. Apabila sebuah acara adat digelar, semua berkumpul di Sasadu sebagai satu komunitas. Identitas agama tetap ada, tetapi adat menjadi ruang bersama yang menyatukan mereka.

Pemandangan serupa juga tampak di Kesultanan Jailolo. Bendera putih mewakili masyarakat Muslim, sementara bendera merah melambangkan masyarakat Kristen. Di antara keduanya berdiri bendera kuning sebagai simbol adat. Luar biasanya, ini gambaran sederhana tentang bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan dalam satu ikatan budaya yang sama.

Jailolo Membuka Pengetahuan dengan Keramahannya yang Berarti

Hingga kini, tim WikiRempah terus berupaya memperluas pengetahuan tentang Jailolo dengan menambah ragam artikel, dokumentasi, dan data dari wilayah tersebut. Terbaru, kami baru saja menyelesaikan kopdar dengan Komunitas Wikidata Indonesia untuk membuat dan mengembangkan butir, meliputi Jailolo. Lebih detailnya di sini https://outreachdashboard.wmflabs.org/courses/Wikimedia_Gorontalo_Community/Kopdar_Wikidata_WikiRempah/home

Bagi kami, masih banyak harta karun pengetahuan lokal yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas. Setiap perjalanan membuka cerita baru, memperlihatkan betapa besarnya potensi pengetahuan yang dapat dibagikan melalui berbagai proyek Wikimedia.

Hal lain yang paling membekas adalah keramahan masyarakat Jailolo. Saat berkunjung ke Kodam Jailolo, misalnya, kami disambut aparat yang terbuka, menemani perjalanan, mengajak berdiskusi, hingga membantu membuka akses terhadap informasi yang kami butuhkan. 

Kehangatan itu membuat jarak antara pendatang dan masyarakat lokal terasa nyaris tidak ada. Kesan keterbukaan tersebut bahkan sudah terasa sejak memasuki wilayah Jailolo melalui sambutan di gerbang bertuliskan “Selamat datang di Jailolo, wilayah bebas pungutan liar.”

Semoga kami bisa lebih berbuat banyak untuk masyarakat Jailolo, rasa-rasanya kami yang berhutang banyak kepada warga lokal. Dan kami akan terus konsisten dalam tujuan yang sudah kami tetapkan, membebaskan pengetahuan dari wilayah Timur Indonesia.

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?